Selasa, 11 November 2014

www.blogtopsites.com

 anak ayam, melawan seeokor burung karna mencoba untuk merampas makanannya...

Senin, 10 November 2014

blogger.com



PAHLAWAN YANG TIDAK TERLUPAKAN
Hari Pahlawan Senin 10 November 2015

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Ambon mengadakan rangkai aksi untuk memperingati hari pahlawan,yang merupakan hari pembebasan rakyat indonesia, dari sebuah peradaban yang berabad-abad puluh tahun negara ini di jajah, negara – negara komunis, yang datang ke indonesia mereka melakukan pengambilan hak-hak dan kewajiban bangsa indonesia untuk turut patut dan ikut dalam sistem penganut zang mereka bawakan. Dengan keinginan besar dan di dorong oleh semangat juang untuk mempertahankan dan menghampuskan para kapital-kapital maka rakzat indonesia melakukan perlawanan melawan para penjajahan di bumi pertiwi ini, pertempuran zang begitu memakan waktu zang lama bahkan sampai pada puluh-puluhan tahun rakzat indonesia meratapi kesedihan dan tangis melawan parah penjajah, orang –orang zang tidak bersalah menjadi korban, anak-anak menjdi korban, bahkan orang tua-tua zang sudah langsia pung mereka merasakan hal-hal zang tragis, sehingga ini zang semestinza di ingat kembali para pejuang kemerdekaan indonesia, oleh bangsa indonesia, agar tidak melupakan semngat juang bangsa indonesiangkit,  ini zang semestinza tertanan daalm diri para bangsa-bangsa indonesia, bahwaa lahirnza atau bagkitnya negara tidak terlepas dari semangat juang para leluhur kita, zang merelakan harta dan nyawa mereka untuk melepas dari jaman penjajahan, kemerdekaan bangsaan indonesia, yang telah menghantarkan rakzat Indonesia kedepan pintu kemerdekaan, ini merupakan sebuah upaya untuk membangkitkan semangat, bahwa indonesia masih sampai pada depan gernbang kemerekaan negara republik indonesia, namun ini menjadi sebuah perjalanan zang panjang, bawasanya perjuangan kita tidak sampai disini, taapi sebagai bangsa indonesia harus terus berjuan dan berjuang sampai rakzat indonesia mengatakan dengan inilah kemerdekaannya.
 hari ini sebagai bangsa indonesia zaang mengingat akan jasa dan upaya semangat juang para pejuang kebangsaan indonesia, sejumlah mahasiswa Iain Ambon merenungkan kembali jasad –jasad para pejuang yang telah gugur di medan perang, untuk diingatkan kembali untuk dapat memberikan hikmah yang mendalam bagi segenap bangsa indonesia, bahwa para pejuang kemerdekaan tidak sampai pada hari yang di kenderai mereaka, tetapi jasa para  pejuang hars di ingat dan di kenang oleh bangsa-bangsa Indonesia, untuk dapat belajar dan mengadopsi semangat semangat pejuang indonesia kala, mahasiswa iain Ambon untuk memperingati hari pahlawan pada tanggal 10 Novenber 2014, mencoba merevitalisasi semangat para pejuang –pejuang kemerdekaan negara repoblik indonesia, dengan mewarnai dengan hal-hal yang dapat membangun semangat dan antusias ,para  mahasiswa iain Ambon,
Bahwasannza kampus  dan mahasiswa memepunzai  peranan penting untuk mengembalikan nilai-nilai cinta terhadap ttanah air, kegiatan zang di lakukan oleh mahsiswa iain ambon dengan penuh harapan bahwa dengan adanya kegiatan pementasan 100 oarang penyair zang di perkasai oleh teman-teman sastra ilalang, kedepan menghasilkan kader-kader pembaca –pembaca sastra,
Kegiatan pementasan para pembaca puitis yang bernuangsa kepahlawanan,sesunggunya merupakan langkah yang paling ampuh untuk mengembangkan kretifitas dan rasa cita mereka terhadap tanah air indonesia, kegiatan ini di warnai dengan  permainan, yang di mainkan oleh sejumlah mahasiswa (teater) bernuangsa kepahlawanan,saat bertempur melawan kaum durjana, yang mencoba menerkam bangsa ini, hidup dengan keterpurukan beban yang begitu tragis itu diingat, malam yang begitu gelap, di hiasi ratusan lilin dan yang terbuat dari bambu, membuat para mahasiswa, dan penonton merasa terbawa kedalam suasana yang penuh keheningan itu,100 pembeca puisi dan para tokoh-tokkoh satra  di Maluku hadir menzaksikan kegiatan ini.
Sejumlah sudut-sudut, telah menghantarkan rasa ratusan mahsiswa ini, telah merasakan rasa cinta ingin memiliki terhadap negera indonesia.

Komisariat Ushuluddin dan Dakwah saat ini, mengalami perbaikan umat






Kamis, 06 November 2014

sekilas hikmah dan keistimewaan di bulan Muharram Assalamu ’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kaum Muslimin dan Muslimat yang saya Hormati. Dengan iringan ucapan puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena pada malam yang berbahagia ini kita bisa berkumpul di ruangan, dalam suasana yang penuh damai dan tanpa ada halangan suatu apapun. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw, karena beliaulah sebagai uswatun hasanah, yang patut kita contoh dalam aktifitasnya selama beliau masih hidup. Mudah-mudahan kita termasuk umatnya yang benar-benar setia kepadanya dalam arti mengikuti sepak terjang beliau Saw. Kaum muslimin dan muslimat yang saya hormati, Malam ini merupakan sebuah malam, yang telah mempertemukan kita dan berkumpul, di masjid yang penuh dengan keceriaan ini guna memperingati hari besar Islam, yakni tahun baru islam. Dengan memperingati tahun baru Islam, tentu saja kita akan sadar, bahwa umur kita semakin berkurang. Dengan menyadari hal sedemikian itu tentunya kita akan kembali untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, dalam arti marilah kita memperbanyak, dan meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Dengan memasuki tahun baru ini, kita berusaha untuk mengoreksi diri, apakah amalan-amalan yang pernah kita lakukan, itu sudah termasuk baik atau tergolong amalan yang jelek. Bila yang kita lakukan sudah mencerminkan kebaikan, maka kita berusaha untuk meningkatkan amalan – amalan tersebut, dengan Namun sebaliknya, bila tahun lalu amalan yang kita kerjakan jauh dari kebenaran, yakni jahat, selalu mencela orang lain, dan suka mengambil hak orang lain tampa minta kepadanya, maka sudah seharusnya kita itu berusaha dengan optimal untuk melangkah menuju kebenaran, agar supaya perjalanan hidup kita ini kedepan semakin lama semakin baik, sehingga menjadi insan yang baik mulai kehidupan dunia lebih-lebih diakhirat kelak. Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia. Bertambah tahun, usia kita semakin bertambah pula, akan tetapi umur kita semakin berkurang. Dengan menyadari sedemikian ini maka kita harus lebih giat untuk beramal yang baik sebagai bekal menuju hidup yang lebih panjang, yakni diakhirat. Karena kebahagiaan dan kesengsaraan yang akan menimpa seseorang tergantung amalan yang dilakukan ketika mereka hidup di dunia. Dengan kehidupan yang serba singkat ini, kita berupaya untuk berlomba - lomba untuk meraih amal yang shaleh, agar kelak kita tidak mengalami penyesalan yang tidak guna. Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati. Ingatlah bahwasannya semua manusia akan mengalami kerugian yang sangat fatal, bila mana waktu hidup ini tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Waktu ini mempunyai arti yang amat penting dalam kehidupan ini. Waktu adalah sangat berharga sekali dalam kehidupan ini. Sebagai pedagang waktu bisa diumpamakan sebagai uang, bagi pelajar waktu adalah ilmu. Dan juga dikatakan bahwa waktu bagaikan pedang, bila tidak bisa menggunakan pedang tersebut, maka kita akan kena pedang itu. Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia Berkaitan dengan amat pentingnya menggunakan waktu hidup ini, maka Nabi Muhammad Saw. menegaskan dalam sabdanya yang berbunyi: Artinya: Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.Dari Ibnu Abbas ra. berkata : Rasulullah Saw. ber’sabda Pergunakanlah lima (waktu) sebelum datang lima (waktu) yang lain, yaitu hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu longgarmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan waktu kayamu sebelum datang miskinmu. (HR. Hakim). Menurut sabda Nabi Saw. diatas, kita umat Islam diperintah agar senantiasa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Kita tidak boleh menunda waktu, baik itu untuk belajar, bekerja, beramal, dan beribadah kepada Allah Swt. Kaum muslimin dan muslimat yang saya hormati. Dalam memperingati tahun baru Islam, marilah kita masuki tahun ini, dengan lembaran -lembaran baru, kita isi dengan amalan-amalan yang diridhai Allah Swt, kita berusaha untuk membuang jauh-jauh amalan yang jahat. Agar kehidupan kita berakhir dengan khusnul khatimah. Demikian sekedar sambutan (pidato) yang dapat saya sampaikan dalam acara peringatan tahun baru Islam 1436 H. Mudah-mudahan kita memasuki tahun baru ini, lebih baik dalam segala aktifitas keseharian kita. Semoga dengan yang baru saja saya sampaikan ini, bisa di ambil hikmah dan kesan yaang baik buat kita semua, agar kita sama- sama mengoreksi, dan merubah yang mestinya untuk kita rubah atau kita sama-sama amalkan. Billahi taufiq wal hidayat. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang tak terhingga. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Kamis, 16 Januari 2014

Dari yang Kecil mejadi Besar

manusia adalah mahluk yang begitu sempurna di bangdingkan denagn ciptaan Tuhan yang Maha Esa,manusia di beri akal untuk berfikir,di bekali dengan sifat yang menjiwai kodratnya sebagi seorang mahluk,namun disisi lain manusia itu tidak bisa merealisasikan hidupnya tanpa bantuan dari oarang lain(social),bnyak emperisme yang perlu untuk kita bisa jadikan rujukan buat pengetahuan,dan pembelajaran buat kita.bahwa manusia pada prakosmiknya mereka tidak mampu untuk hidup sendirian,tapi membutuhkan orang lain untuk dapat ia bertahan hidup,sehingga dalam mengkondisikan dirinya itu ia selalu bergantung kepada oarng lain.